Distraksi ini mulai parah saya rasakan pada saat saya mempunyai smartphone, usaha saya dalam belajar pun menurun drastis konsenstrasi bubar, dibanding dengan saya yang dulu, tidak memiliki smartphone dan jarang berkomunikasi secara online, saya merasa konsentrasi lebih tajam,oke apa itu distraksi.

Distraction is the process of diverting the attention of an individual or group from a desired area of focus and thereby blocking or diminishing the reception of desired information.

Sudah dijelaskan diatas distraksi adalah sebuah kegiatan yang mengalihkan perhatian induvidu atau kelompok dari area fokus yang diinginkan sehingga mencegah atau mengurangi informasi yang diinginkan.

Coban Sewu
Gambar dari Unsplash oleh Iswanto Arif.

Beberapa bulan ini cara belajar saya tidak optimal, keinginan ide ini itu terganggu dengan aktivitas media online yang terlalu banyak notifikasi masuk, dan kebiasaan buruk sayapun dimulai ketika membuka browser seakan2 jari saya udah otomatis facebook, twitter dan instagram padahal saya tahu ketika saya membuka 3 media tersebut tidak ada pengaruh positive pada diri saya, yang terjadi adalah hanya berandai-andai, menebak hal yang mungkin tidak terjadi, timbul rasa iri dan lain2, muncul kegelisahan, yang itu juga akan membunuh kualitas waktu saya sendiri.

Mungkin kebanyakan orang bisa mengatur/mengatasi itu semua dengan baik, membuka pada waktu jadwal yang ditentukan, namun tidak dengan saya, saya masih merasa sulit untuk meninggalkan kebiasaan buruk itu, padahal klo dipikir ulang, socmed hanya kepuasan sementara aja, mendapatkan komen dari orang tertentu, atau jumlah like yang bejibun2, namun tersebut adalah sebuah angka, setelah itupun kita gk dapet apa2 cuma puas sementara aja, terkecuali klo kalian jualan ya beda lagi.

Namun ada juga dibalik itu semua ketika membuka sebuah socmed kita merasa ada suatu yang baru topik yang hangat ataupun blabla… , orang share vidio pemprograman, launching buku, diskon kursus online takutnya kita ketinggalan suatu informasi, saya masih merasa seperti itu.

Tapi semua hal tersebut gk akan selesai klo enggak dipaksa, sayapun udah mikir apa yang terjadi klo itu semua saya lakukan terus-menerus akan membunuh kualitas waktu saya, toh klo tentang artikel, vidio, ataupun e-book atau resource lainya bisa cari digoogle enggak harus cari informasi2 difacebook atau socmed lainya.

Keputusan yang saya ambil adalah deactive semua akun sosial media saya, dengan itu saya udah ngerasa lega banget, gak penasaran, mau buka juga udah males karena harus langkah ini itu, tapi enggak cuma sampek disitu saya juga uninstall semua aplikasi socmed yang ada di perangkat saya, sekarang saya hanya menggunakkan Aplikasi messaging WhatsApp dan Telegram untuk keperluan keluarga, temen dan komunitas, saya juga menonaktifkan notikasi banner yang sering muncul discreenlock, ngasih nada yang berbeda masing2 oranga, untuk lainya saya sunyikan contohnya grup dan chat yang jarang2 nongol, terkadang saya gunakan mode pesawat, untuk keluarga biasanya langsung telpon ke nomer saya.

Oke, dari cara diatas mulai muncul masalah juga ketika ada kepentingan temen kita yang butuh banget enggak bisa jawab langsung karena kita gk tau ada pesan masuk apa enggak makanya saya gunakan suara notif yang beda beberapa teman aja, selain itu terlihat sombong karena tidak merespon pesan padahal kita online, yah sudah mengalami hal seperti ini sebelumnya hahahaha terserah tapi pikiran orang beda2 , yah saya jelasan kenapa gak segera dibalas.

Kesimpulan

Mungkin ada yang mengalami seperti saya sulit fokus mengerjakan suatu tugas atau kegiatan, semoga cara saya diatas membantu masalah temen2, namun ada kejelekanya yaitu tidak merespon secepatnya, saya sarankan jangan men silent semua kontak beberapa dikasih nada beda aja biar mudah ngenalinya.

Ini adalah ungkapan kegelisahan saya, jika ada yang gak setuju, alah gitu aja bikin susah silahkan tapi ini sangat ngaruh disaya udah saya bilang diatas klo beberapa orang bisa mengatasinya dengan baik.